|
|
Alamat:
Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38,
Manado
Telp: (0431) 879799 Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431)
879790 (Marketing)
|
|
![]() |
![]() |
|
Berita
Minahasa Utara
|
04 Februari 2012
|
Banyak proyek pengadaan tak lengkap
Pencairan ke Pihak
Ketiga Belum Dilakukan
Airmadidi, KOMENTAR
Tudingan miring sejumlah anggota DPRD Minut terhadap
realisasi proyek pengadaan alat peraga dan buku-buku
di sejumlah sekolah, yang menyebut bahwa banyak yang
tak sesuai spec ataupun tak lengkap ternyata tak
selamanya benar. Mengingat proyek ini ternyata belum
terbayarkan di tahun 2011 kemarin.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga
(Dispora) Pemkab Minut Maximelian Tapada menyebutkan
bahwa proyek pengadaan memang sudah berjalan namun
belum terbayarkan tahun ini. “Alat-alatnya lengkap,
dan kami terus melakukan koordinasi serta pengawasan
secara menyeluruh,” kata kadis, Jumat (03/02).
Sementara itu, sejumlah kontraktor menyebut bahwa
laporan yang disampaikan pihak sekolah kemungkinan
terlalu dini, karena sebelumnya proses distribusi
terus berjalan. “Kami berharap realiasi pembayaran
dapat secepatnya diselesaikan, mengingat kami pun
cukup kesulitan jika itu sampai tertunda lama,”
tutur sejumlah pihak ketiga.(fly)
Bupati Minta PNS Optimalkan Anggaran
Airmadidi, KOMENTAR
Bupati Minahasa Utara (Minut) Sompie Singal kembali
mengingatkan agar seluruh PNS di segala tingkatan
untuk melakukan pola penghematan dalam penggunaan
anggaran. Sehingga dana yang terserap benar-benar
maksimal dan terukur serta dapat
dipertanggungjawabkan.
Pemanfatan anggaran secara optimal tentu akan sangat
menguntungkan. Sehingga jalannya pemerintahan dapat
berlangsung dengan efisen dan efektif. “Budaya
tertib administrasi dan anggaran harus terus
ditanamkan sehingga kita menjadi terbiasa dalam
pemanfaatannya,” kata bupati.
Sementara itu, pemerhati pemerintahan sekaligus
warga Minut Taufik Tumbelaka mendesak agar
penggunaan operasional kendaraan dinas dapat lebih
ditertibkan. Mengingat keberadaan kendaraan dinas
berplat merah asal Minut disinyalir lebih banyak
berseliweran di Kota Manado dan kota-kota lainnya di
Sulut meski bukan dalam rangka tugas.
“Pemerintah hendaknya memperhatikan penggunaan
aset-aset berupa kendaraan dinas agar pemanfatannya
benar-benar untuk kepentingan dinas dan bukan untuk
kebutuhan lainnya mengingat itu semua merupakan
bagian dari pemeliharaan aset,” tandas
Tumbelaka.(fly)
Tahun 2012, Sektor Kelautan dan Perikanan Semakin
Bergairah
Airmadidi, KOMENTAR
Keberadaan sektor kelautan dan perikanan di
Kabupaten Minahasa Utara (Minut) tahun ini
diproyeksikan akan semakin bergairah. Ini juga
ditunjang oleh keberpihakan pemerintah dalam
mendorong pengembangannya melalui persiapan
minapolitan di daerah ini.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Pemkab Minut
Ronny Siwi menjelaskan bahwa persiapan ke arah situ
memang telah dimantapkan. Bahkan dari pemerintah
pusat, melalui kementerian kelautan dan perikanan
sangat mendukung minapolitan di Minut.
“Minut jadi salah satu kabupaten percontohan
minapolitan tahun 2012 bersama 46 kabupaten/kota di
Indonesia, ini tentu sangat membanggakan. Sehingga
kepercayaan ini harus kita tunjukkan dengan berupaya
mengembangkan sektor kelautan dan perikanan lebih
baik dari tahun-tahun sebelumnya,” kata Siwi.
Dukungan kalangan perbankan juga sangat positif
dalam pengembangan usaha di sektor kelautan dan
perikanan. Ini dibuktikan dengan kucuran dana kredit
melalui KUR yang tumbuh positif. Khusus untuk KUR
Bank BNI saja tak tanggung-tanggung sekitar Rp 7,4
miliar telah dikucurkan di Minut untuk kredit
kelautan dan perikanan.
“Kepercayaan kalangan perbankan tentu sedikit
memberi gambaran bahwa keberadaan sektor usaha
kelautan dan perikanan ke depan sangat menjanjikan.
Apalagi jika dikelola dengan baik,” tukasnya.
Sementara itu, sejumlah nelayan di Minut banyak yang
berharap pemerintah memperhatikan ketersediaan BBM.
Mengingat keberadaannya sangat dibutuhkan nelayan,
kelangkaan BBM dirasakan sangat memukul aktivitas
dan mata pencarian mereka sehari-hari. “Jatah BBM
untuk nelayan sebaiknya dapat ditingkatkan di tahun
2012 ini, sekaligus membangun SPBU khusus nelayan.
Sehingga nelayan tak lagi kesulitan dalam
memperolehnya,” koar sejumlah nelayan di Likupang
beberapa waktu lalu.(fly)
|
|