|
|
Alamat:
Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38,
Manado
Telp: (0431) 879799 (Hunting),
Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431)
879790 (Marketing)
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Minahasa Tenggara |
03 September 2010
|
|
Menakjubkan,
TGR Pejabat
di Mitra Capai Rp 1 M
|
Ratahan, KOMENTAR
Total Tuntutan Ganti Rugi (TGR) yang harus
dibayarkan sejumlah pejabat dan mantan pejabat,
termasuk kepala dan mantan kepala Satuan Kerja
Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Mitra, diperoleh
angka menakjubkan yakni Rp 1 miliar. Jumlah ini
diperoleh usai dilakukannya sidang majelis TGR,
Kamis (02/08) kemarin.
Anggota majelis TGR yang juga Inspektur Daerah
Mitra, Roy Pangemanan SH MH usai sidang menjelaskan,
hampir semua SKPD memiliki temuan kesalahan
adminitrasi khu-susnya dalam hal pertang-gungjawaban
pemanfaatan anggaran. Hal ini kemudian berakibat
pada harus dibayar-kannya ganti rugi alias
me-ngembalikan sejumlah uang ke kas daerah “Berapa
rinci-nya, masih sementara kami kalkulasi kembali
karena ada pejabat atau mantan pejabat yang mencicil
pembayaran TGR sesaat sebelum sidang TGR,” tukasnya.
Menurut Pangemanan, rata-rata semua SKPD harus
mem-bayar TGR sekitar puluhan juta, seperti
Sekretariat DPRD, Dinas PU, Dikpora dan juga SKPD
lain, kecuali Bappeda yang TGR-nya mencapai seki-tar
700-an juta. “Dan yang kita mintai
pertanggungjawaban atau dalam hal ini yang
di-kenakan TGR adalah oknum pejabat dan bukan
institusi-nya,” tukasnya.
Lanjut kata Pangemanan, ke-pada pejabat yang terkena
TGR ini, diberi kesempatan untuk melunasi TGR dalam
waktu paling lambat dua ta-hun, atau dengan kata
lain bi-sa dicicil. “Lewat dari itu, kita tentu akan
menempuh proses hukum jika TGR belum dilu-nasi,”
tandasnya.
Pangemanan menambah-kan, sejumlah mantan pejabat
juga masih sementara mencicil TGR yang dikenakan
untuk mereka sesuai hasil sidang waktu lalu, seperti
mantan bupati, beberapa mantan Sek-da dan Plt Sekda
dan juga mantan kepala SKPD.
“Sampai saat ini cicilan ma-sih terus mereka
bayarkan, dan ada yang sudah hampir rampung atau
lunas. Namun ada juga yang sudah mende-kat dua tahun
belum ada realisasi. Kita lihat saja nanti,”
pungkasnya.(ftj)
|
|