HANYA SATU UNTUK SEMUA

 

 
NEWS CATEGORIES

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)

Berita Minahasa Induk

04 Februari 2012

Lintas Berita Minahasa

 

Kasus Ipal Oknum Calon Kumtua
Totolan Belum Cukup Bukti
Tondano, KOMENTAR
Rabu (02/02) lalu, Polres Minahasa menggelar perkara kasus dugaan Ijazah Palsu (Ipal) oknum calon kumtua Desa Totolan, Kecamatan Kakas Barat. Gelar perkara di ruangan Kasat Reskrim Minaha-sa, AKP I Made Dewa Palguna tersebut ikut melibatkan terlapor, Anatje Wauran dan pelapor Meike Lelet, yang juga salah satu calon Kumtua Desa Totolan.
Namun menariknya, dari hasil gelar perkara yang berlangsung hampir dua jam tersebut, pihak penyidik Polres Minahasa menyimpul-kan bahwa kasus tersebut belum memiliki cukup bukti. “Dalam gelar perkara, dapat disimpulkan kasus tersebut belum terlalu kuat bukti yang diberikan oleh pelapor. Dari hasil turun lapangan, memang benar adanya keterangan hilang ijazah di polisi dan nomor induk 29 tanggal 27 November 1979 yang dikeluarkan dari SMP Pancasila Manado, tertera dalam register Diknas Manado. Namun bukti penguat lainnya belum terlalu meya-kinkan,” jelas Palguna.
Seperti diketahui, dalam proses pemilihan kumtua di Desa Totolan akhir tahun 2011 lalu, Anatje Wauran unggul dengan suara terbanyak, mengalahkan rival tunggalnya, Meike Lelet. Menurut Camat Kakas barat Vecky Rombot SPt, Anatje Wauran menang dengan hasil 317 suara, sedangkan Mieke Lelet hanya mendapat dukungan 190 suara dan suara rusak berjumlah delapan. Dengan demikian calon kumtua nomor urut 1, Anatje Wauran, akhirnya didaulat sebagai pemenang.(bly)


Polres Minahasa Buru Penikam Warga Kendis
Tondano, KOMENTAR
Kapolres Minahasa AKPB WD Herman, melalui Kepala Satuan Reserse dan Kriminal, AKP Dewa Palaguna, mengata-kan, pihaknya saat ini terus memburu oknum pelaku penika-man terhadap Steven Rumapar, warga Kelurahan Kendis, Kecamatan Tondano Timur, beberapa hari lalu.
Di samping itu, pihaknya juga sedang memburu satu orang yang diduga menjadi pelaku pembunuhan oknum mandor proyek di Unima. “Identitasnya telah diketahui dan kami terus berusaha menangkap pelaku,” ujarnya sembari menambah-kan, untuk kasus penikaman warga Kendis, penyidik telah mengambil keterangan dari korban dan saksi-saksi.
PEMBUNUHAN
Sementara itu, kasus pembunuhan terhadap Poltje Rumbai (61) warga Papakelan, Kecamatan Tondano Timur, yang ber-profesi sebagai mandor proyek jalan lingkar Unima, telah direkonstruksi Kamis (02/02) kemarin di Mapolres Minahasa. Dalam rekonstruksi itu terungkap, Poltje Rumbai meninggal akibat delapan tikaman yang dilakukan lima lima orang pelaku masing-masing YU alias Yorry, JR alias Jun, RP alias Api, AM alias Bangkok dan DM alias Bota. Polres Minahasa sendiri telah menetapkan lima orang tersebut sebagai tersangka. Namun demikian, satu tersangka lainya yakni DM alias Bota, hingga kini masih buron.
Lima pelaku ini diancam pasal pembunuhan berencana. Karena terungkap, pembunuhan direncanakan saat para pelaku meneguk minuman keras di Kelurahan Paleloan, Kecamatan Tondano Selatan, beberapa jam sebelum kejadian. Diduga, ini dipicu rasa sakit hati para tersangka karena korban memberhentikan mereka sebagai pekerja proyek. Kasat reskrim Polres Minahasa, AKP I Made Dewa Palguna ketika dikonfirmasi membenarkan adanya rekonstruksi kasus pembunuhan tersebut.(bly)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin