|
|
Alamat:
Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38,
Manado
Telp: (0431) 879799
Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431)
879790 (Marketing)
|
|
![]() |
![]() |
|
Head
Lines News
|
10 Mei 2011
|
|
NII Miliki Tentara
Bersenjata Lengkap |
Bandung, KOMENTAR
Sepak terjang Negara Islam Indonesia (NII) ternyata
sudah sangat jauh. Malah diam-diam, mereka memiliki
tentara yang dipersenjatai lengkap. Diperoleh kabar,
tentara NII sering melakukan latihan di Cianjur
Selatan menggunakan senjata api. “Jadi NII ini
memiliki tentara. Cianjur Selatan merupakan tempat
latihan mereka,” kata Ketua Forum Ulama Umat
Indonesia (FUUI), Athian Ali, ketika menggelar jumpa
pers di Masjid Al-Fajr, Bandung, Senin (09/05).
Athian mengakui, keterangan ini didapat dari mantan
tentara NII yang sempat ditangkap di RSHS Bandung
ketika menyamar sebagai dokter gadungan. Setelah
diadili dokter gadungan itu dipenjara di Rutan Kebon
Waru, Bandung.
Dijelaskannya, pihak FUUI sempat melakukan wawancara
dengan mantan tentara DL saat di penjara di Rutan.
Sebagai barang bukti, dia, mengaku sempat merekam
hasil wawancara itu dan barang bukti itu kini masih
ada. Hanya, Athian menyesal, dikabarkan, terpidana
DL kini sudah kabur dari Rutan tanpa ada beritanya
lagi.
“Informasi mengenai NII sangat lengkap karena
semuanya berhasil dikorek dari mantan tentaranya
DL.” DL merupakan mantan anggota tentara atau
militer yang disusupkan untuk membunuh dua kiai di
Bandung karena dinilai tidak sepaham,” kata dia
tanpa menyebutkan siapa kedua kiai yang menjadi
target pembunuhan NII.
Data lengkap menganai NII, aku Athian, diperoleh
dari terpidana DL saat mendekam di Kebonwaru
Bandung. Terpidana sendiri, ujarnya, berhasil
ditangkap ketika sedang berpura-pura menjadi dokter
dan berkeliaran di RSHS Bandung sambil mencari
korban.
Terpidana, dalam pemeriksaan mengaku sebagai anggota
NII KW-9 dan disusupkan ke RSHS Bandung untuk
mencari pengikut dengan berlagak seorang dokter.
Namun, aksi DL akhirnya terkuak kemudian dia
ditangkap pada tahun 2004.
“Setelah dinilai sukses merekrut pengikut dari rumah
sakit, terpidana itu mendapat tugas untuk membunuh
dua kiai di Bandung. Tapi, aneh, mengapa DL itu kini
hilang dari Rutan Kebonwaru Bandung?” Waktu itu,
lanjutnya, terpidana sudah menyatakan siap untuk
mengantar pengurus FUUI yang akan berangkat ke
Cianjur. “Terpidana sudah siap mengantar dan dia
berpesan jika ke Cianjur harus hati-hati lantaran di
tempat berlatih banyak jebakan,” kata Athian.(pst)
|
|