|
|
Alamat:
Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38,
Manado
Telp: (0431) 879799
Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431)
879790 (Marketing)
|
|
![]() |
![]() |
|
Head
Lines News
|
04 Februari 2012
|
|
Rumangkang:
Kedepankan Asas Praduga tak Bersalah
|
Jakarta, KOMENTAR
Ketua dewan pen-diri Partai Demo-krat Ventje
Rumang-kang mengimbau se-mua kader termasuk di Sulut
agar menge-depankan asas pra-duga tak bersalah
ter-kait status Angelina Sondakh sebagai ter-sangka
oleh KPK dalam dugaan kasus pemba-ngunan wisma
atlet. “Asas praduga tak bersalah harus kita kita
kedepan-kan,” kata Rumangkang kepada Komentar di
Ja-karta, kemarin (03/02).
Yang pasti, kata dia, PD mengedepankan proses
hu-kum, tidak hanya kepada Angelina Sondakh tapi
juga semua kader partai. ”Sepe-nuhya PD menyerahkan
kepada proses hukum yang berlaku, tidak pada Anggie
saja. Tapi kepada semua yang terjerat kasus harus
diproses,” tandasnya.
Dikatakannya sesuai per-aturan partai, jika ada
kader ditetapkan sebagai tersang-ka dalam kasus
korupsi maka yang bersangkutan dinonaktifkan dari
jabatan-nya.
“Tentunya DPP dan Dewan kehormatan akan meng-gelar
rapat untuk memu-tuskan sikap partai terha-dap
status Anggie,” katanya. Namun jika nantinya dalam
keputusan pengadilan Ang-gie tidak terbukti maka
jabatannya kita kembali-kan.
Sementara itu, Taring Ko-misi Pemberantasan Korup-si
(KPK) kian tajam. Setelah menetapkan Angelina
Son-dakh sebagai tersangka, KPK kini membidik ketua
partai politik (parpol).
KPK menegaskan, semua orang kedudukannya sama di
hadapan hukum, terma-suk ketua partai politik. “Kita
tidak akan pernah ber-henti pada penetapan AS. Insya
Allah kita akan tetap-kan tersangka baru. Semua sama
kedudukan di depan hukum, penguasa, pengu-saha,
apalagi ketua partai,” ujar Ketua KPK, Abraham
Samad.
KPK berjanji akan terus mengembangkan kasus ini
sehingga akan tuntas de-ngan terang benderang.
Ke-tika ditanyai wartawan iden-titas ketua partai
dari De-mokrat, Abraham menye-butkan yang ada
kaitannya dengan kasus wisma atlet.
Diketahui, nama Anas Urbaningrum disebut-sebut dalam
kasus wisma atlet. Ketua Umum Partai Demo-krat ini
bahkan gencar di-minta mundur. Menarik di-tunggu,
gebrakan KPK nan-ti.
Yang menarik, KPK menja-min Kompol Brotoseno, mantan
penyidik KPK yang sekarang menjadi pacar Angelina,
tidak mengganggu kasus Puteri Indonesia 2001 ini.
“Yang berhubungan (Bro-toseno) sudah dikembali-kan.
Kita lakukan bersih-bersih, yang nantinya bisa
menghambat. Kita lakukan treatment khusus,” ujar
Abra-ham.
Menurut Abraham, jika Brotoseno masih bercokol
sebagai penyidik KPK, maka dikhawatirkan mengganggu
kasus Angie. Namun kere-sahan itu hilang, karena KPK
telah mengembalikan Brotoseno ke Mabes Polri.
“Hubungan dengan penyi-dik dikhawatirkan. Ini kan
yang bersangkutan masih banyak bercokol di sini.
Ka-lau ada yang bercokol di si-ni, bisa menghambat
maka kita lakukan treatment khu-sus,” beber Abraham.
Sebelumnya, Ketua KPK Abraham Samad tampil seorang
diri saat meng-umumkan status Angelina Sondakh
sebagai tersangka dalam kasus wisma atlet.
Pertanyaan pun terlontar dari para wartawan, ke
ma-na pimpinan KPK yang lain?
Acara jumpa pers digelar di auditorium KPK.
Biasa-nya acara digelar di ruang konferensi pers,
namun karena jumlah wartawan yang membludak,
akhirnya acara yang molor satu jam itu pun
dipindahkan ke rua-ngan auditorium yang lebih besar.
Abraham tampil dengan kemeja gelap dan peci putih.
Dia ditemani Kabag Pembe-ritaan Priharsa Nugraha
se-laku pembawa acara.
“Ada dua hal yang akan ki-ta umumkan hari ini,” kata
Abraham membuka acara.
Selama hampir 15 menit, pria asal Makassar itu
me-nerangkan perihal kasus wisma atlet. Dia
memas-tikan bahwa Angie sudah berstatus tersangka
dan dijerat dengan pasal penyua-pan.
Meski tema yang dibahas cukup serius, Abraham sempat
berkelakar soal sta-tus Angie. “Ada pun ter-sangka
baru, sebelumnya saksi, inisialnya AS, Abra-ham
Samad,” selorohnya. Tentu saja pernyataan ini
me-ngundang tawa para jurna-lis.
Saat sesi tanya jawab, aca-ra berlangsung lebih
santai. Para wartawan bertanya soal seluk-beluk
kasus wis-ma atlet. Mulai dari status para saksi
lain, hingga bukti-bukti yang menjerat Angie.
Namun, ada juga yang menanyakan keberadaan pimpinan
lain. Sebab dalam dua kali jumpa pers soal
tersangka, Abraham selalu tampil sendiri. Kondisi
ini semakin mempertegas ka-bar adanya perpecahan di
pimpinan KPK, terutama saat hendak menentukan status
tersangka. “Ke mana pimpinan lainnya Pak?” tanya
wartawan.
Tapi seperti biasa, Abra-ham tidak terpancing.
De-ngan senyuman khasnya dia menjelaskan, tidak ada
perpecahan di tubuh pim-pinan KPK. “Yang ada hanya
perbedaan pendapat saja,” terangnya.
Dia juga memastikan pim-pinan lain sedang ada tugas
di luar kantor, bahkan ada yang sedang di luar kota.
“Ada satu yang sedang ke Moskow Rusia, untuk
ber-tugas,” sebutnya.
Aksi solo Abraham ini me-mang bukan tanpa alasan.
Sejak awal, dia terlihat ber-semangat untuk
mengumum-kan seseorang menjadi ter-sangka.
Bahkan, dia tak segan men-datangi langsung ruang
wartawan sekadar hanya untuk memberi tahu bakal ada
konferensi pers soal kasus wisma atlet. Hal yang tak
lazim dilakukan oleh seorang ketua KPK sebab ada
juru bicara tersendiri di KPK.
Meski begitu, dia mene-gaskan bahwa aksi ‘solo’ nya
tidak berhubungan perpe-cahan. Setiap keputusan yang
diambil merupakan keputusan bersama. “Kita tetap
menjalankan fungsi kolektif kolegial dalam
peng-ambilan keputusan,” tegas-nya.(dtc/zal)
|
|