|
|
Alamat:
Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38,
Manado
Telp: (0431) 879799
Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431)
879790 (Marketing)
|
|
![]() |
![]() |
|
Berita Totabuan
|
04 Februari 2012
|
Soal Rolling, Bupati Jangan Umbar Janji
Lolak, KOMENTAR
Nampaknya elemen masya-rakat di Kabupaten Bolaang
Mongondow mulai merasa kecewa dengan pernyataan
Bupati Bolaang Mongondow Hi Salihi B Mokodongan,
soal rolling bagi para kepala Sa-tuan Kerja
Perangkat Daerah (SKPD). Sebab, hingga sam-pai saat
ini, belum juga di-realisasikan.
Seperti yang diutarakan Abdi Firmansyah Sutomo,
Ketua Komisariat Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE)
Widya Dharma Kotamobagu, Organisasi Himpunan
Ma-hasiswa Islam (HMI) Cabang Bolmong Raya. “Rolling
be-lum terealisasi, jelas hanya akan membuat para
kepala dinas tidak betah dan tak bergairah lagi
dalam
melaksanakan kerja di ma-sing-masing SKPD. Kondisi
ini, pasti akan berdampak buruk pada pelayanan
ter-hadap masyarakat,” ungkap Abdi kepada harian
ini, Ju-mat (03/02) kemarin.
Kalau belum melakukan rolling, sebaiknya Bupati
Bolmong jangan selalu mengumbar janji. “Saya rasa
ini hanya pengalihan isu terhadap kasus TPAPD yang
sampai saat ini tak ada kejelasan,” terang Abdi yang
dikenal sangat kritis di kam-pusnya.
Zulfirawit Manggopa, akti-vis mahasiswa Fakultas
Per-tanian Universitas Dumoga Kotamobau juga meminta
bupati untuk segera melak-sanakan rolling. “Pokoknya
bupati harus konsisten,” te-gasnya.
Sebelumnya, Bupati Bol-mong Hi Salihi B Mokodo-nga
telah menegaskan, tetap akan melakukan rolling
ja-batan pada pekan ini. (ktr-2)
Pekan Depan Dikonsultasikan ke Pemprop
Lolak, KOMENTAR
Jika tak ada aral melintang, Senin (06/02) pekan
depan, Ketua Badan Pertimbangan Jabatan dan
Kepangkatan (Baperjakat) Kabupaten Bo-laang
Mongondow, Drs Farid Asimin MAP bersama Kepala Badan
Kepegawaian Daerah (BKD) Drs Hi Mitran Tuna, akan
melakukan konsultasi di Pe-merintah Propinsi Sulut,
terkait hasil pembahasan struktur baru Satuan Kerja
Perangkat Daerah (SKPD).
“Masih dalam pembahasan, kalau tidak ada kendala
awal pekan depan kita konsultasikan ke Pemprop Sulut
kemudian digelar rolling,” ujar Asimin.
Ditanya soal presentasi st-ruktur, apakah secara
ke-seluruhan atau hanya seba-gian, Asimin enggan
men-jawabnya.
“Pokoknya tunggu saja,” jawabnya singkat. (ktr-2)
Bupati Datunsolang Lantik Pejabat Eselon II
Boroko, KOMENTAR
Bupati Bolmut Drs Ham-dan Datunsolang MM, Ju-mat
(03/02) kemarin secara resmi melantik 15 pejabat
eselon II di lingkup Pemkab Bolmut. Pelantikan yang
digelar di aula pemkab diha-diri Ketua DPRD Bolmut
Ka-rel Bangko SH, Wakil Bupati Drs Depri Pontoh,
Wakil Ke-tua DPRD MI Cristofel Bu-hang Ssos, serta
para pimpi-nan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).
Pelantikan ini berdasarkan SK Bupati Bolmut Nomor
821.24/BKD/BMU/026/III/2012 tanggal 02 Februari
2012.
Tercatat ada beberapa peja-bat yang dipromosikan
pada jabatan-jabatan eselon, serta ada pula pejabat
yang hanya sifatnya di-roling untuk men-duduki
jabatan yang baru. Seperti Aang Wardiman Ak, yang
sebelumnya PNS yang dipekerjakan di BPKP Kabu-paten
Gorontalo Utara, di-lantik menjadi Kepala Dinas
Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah
(PPKAD).
Begitu juga, Dra Fatsoen Bata yang sebelumnya
men-duduki Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan
Olahraga (Dikpora), dilantik kembali menjadi Kadis
Dik-pora. Untuk pejabat eselon II yang lain hanya
di-rolling untuk mendudukin jabatan baru antara lain
seperti Sitti Sabrina Buhang SPd Mkes, yang
sebelumya menjabat
Kepala Badan Kependudu-kan dan Catatan Sipil,
kem-bali dilantik menjadi Kadis Kesehatan Bolmut
meng-gantikan dr Zainuddin Be-rahim Mkes yang kini
sedang menjalani proses hukum. Hamka SH MAP,
dilantik menjadi Ispektur Daerah, dan Drs Abd Karim
Lalisu dilantik sebagai Kepala Ba-dan Kependudukan,
KB Daerah dan Kependudukan, Drs Erikson Tegila
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah, dan
Dodik Heru Asmono SPt dilantik kembali sebagai
Kepala Ba-dan Ketahanan Pangan.
Menariknya, dua staf di se-kretariat daerah yakni Ir
Saeroji yang sebelumnya staf khusus bupati dan Drs
Ka-rim Lauma staf ahli bidang politik dan hukum,
kembali diangkat untuk menjadi Kadis Pertanian
Peternakan Perkebunan dan Kehutanan, serta Kepala
Badan Kepen-dudukan, KB Daerah dan Kependudukan.
Pada for-masi lain, lima pejabat di-lantik menjadi
staf ahli bu-pati serta satu pejabat ma-suk kotak
menjadi staf khu-sus bupati Bolmut.
Bupati mengatakan pe-nempatan pejabat kali ini,
mempunyai warna tersen-diri. Di mana Pemkab
beru-saha mendekati untuk me-nempatkan orang yang
tepat pada pekerjaan yang tepat.
Menurutnya, dalam stru-ktur pejabat kali ini,
sengaja menempatkan orang Badan Pemeriksa Keuangan
dan Pembangunan (BPKP), di-mana mereka sangat kaya
dengan pengetahuan akun-tansi dan dalam rangka
mencapai kinerja pengelo-laan keuangan yang
akun-tabel dan transparan.
“Ini dilakukan demi untuk mencapai target, insya
Allah pada tahun 2012 ini, kita memperoleh opini
Wajar Dengan Pengecua-lian (WDP), atau kita
ber-usaha meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian
(WTP),” kata bupati.(ktr-1)
Pejabat galang dana pembangunan masjid Agung
Oku: Masjid Simbol Persatuan
Pinolosian, KOMENTAR
Bupati Bolmong Selatan Hi Herson Mayulu SIP kembali
memberikan bantuan dan motivasi kepada masyarakat
yang berniat untuk mem-bangun masjid di desanya.
Herson menilai, masjid me-rupakan simbol persatuan
bagi masyarakat.
“Realisasi cepat atau lam-batnya pembangunan mas-jid
ini, mencerminkan per-
satuan masyarakat. Kalau pembangunnya lambat,
me-nandakan masyarakatnya ti-dak bersatu. Masjid
selain se-bagai sarana ibadah, juga me-rupakan
simbol persatuan,” kata Bupati Herson usai
pele-takan batu pertama pemba-ngunan Masjid Agung di
Desa Tolotouyon, Kecamatan Pinolo-sian induk, Jumat
(03/02) ke-marin.
Setelah itu, guna memotivasi realisasi pembangunan
masjid yang dianggarkan sekitar Rp 900 juta lebih
itu, Bupati Her-son mengawalinya dengan memberikan
bantuan Rp 10 juta. Tak sampai di situ, para pejabat
eselon II dan III yang hadir, turut menggalang dana
untuk percepatan realisasi pembangunan masjid yang
diproyeksikan paling megah di desa itu.
“Seluruhnya sudah terkum-pul Rp 22,6 juta, dari
kalangan pimpinan SKPD dan bagian. Kalau saya
pribadi, menyum-bang Rp 5 juta,” kata Sekreta-ris
Daerah Drs Hi Gunawan Lombu MM saat memimpin
pe-nggalangan dana pembangunan masjid. Uang tunai
tersebut di-serahkan langsung kepada pa-nitia
pembangunan masjid. (fai)
Landjar Gandeng TNI-Polri Latih Kedisiplinan PNS
Tutuyan, KOMENTAR
Bukan bupati Boltim kalau tidak penuh dengan
manu-ver-manuver heboh nan fenomenal. Ya, kali ini
Sehan Salim Landjar kembali mem-buat langkah yang
mungkin belum pernah dilakukan oleh top eksekutif
lain. Yakni dengan berencana menggan-deng TNI dan
Polri untuk melatih kedisiplinan PNS di Pemkab
Boltim.
Langkah ini juga merupa-kan bentuk dukungan
ter-hadap tahun peningkatan disiplin PNS yang telah
ber-ulang kali dikumandangkan oleh Gubernur Sulut.
“Selain mendapat pelatihan kedisi-plinan , kami juga
berharap PNS Boltim memperoleh pe-latihan mental
dari TNI dan Polri,” kata Landjar baru-baru ini.
Pelatihan disiplin ini nan-tinya akan dilakukan dua
kali dalam sebulan, dan ber-gilir di setiap SKPD.
Yang tentunya dimulai dengan latihan dasar yakni
baris berbaris.”Dengan terus men-dapatkan pelatihan
kedisi-plinan dari TNI dan Polri, output yang
diharapkan di antaranya peningkatan kedi-siplinan
waktu kerja,
yang bukan hanya datang dan pulang kantor tepat
waktu, tetapi juga harus mampu peningkatan etos dan
kualitas kerja. Yang tak kalah penting, dengan
peng-godokan mental, para PNS akan terhindar dari
praktik-praktik yang bisa merugikan bangsa dan
Negara,” papar Landjar lagi.
Diketahui, sejumlah peme-rintah daerah di Sulut
ban-yak menggunakan mesin absen sidik jari dalam
upaya peningkatan kedisiplinan PNS di tahun 2012.
Namun cara seperti ini dinilai masih memiliki banyak
kelemahan, jika tidak dibarengi dengan pelatihan
mental.(bay)
Soal dugaan ‘jual beli’ jabatan
Assagaf: Saya Tetap Bersabar
Tutuyan, KOMENTAR
Rolling puluhan pejabat eselon III di lingkup Pemkab
Boltim Selasa lalu, melahirkan isu tak sedap. Konon
rolling ini tercoreng oleh adanya dugaan ‘jual beli’
jabatan. Dan yang paling bertanggung jawab adalah
Sekkab Ir Hi Muh Assagaf, yang juga selaku Ketua
Baperjakat (Badan Pertimbangan Jabatan dan Pangkat).
Itu terus menyebar hingga menjadi konsumsi publik
dan hangat diperbincangkan masyarakat selang
beberapa hari terakhir. Alhasil, Assa-gaf pun
akhirnya angkat bicara. “Saya tetap bersabar
menghadapi isu tersebut, karena saya berkeyakinan
tidak pernah melanggar sumpah jabatan. Apalagi
sampai melakukan praktik tak terpuji seperti jual
beli jabatan,” terang Assagaf, saat dihubungi, Kamis
(03/02) semalam.
Ia pun menjelaskan ten-tang proses yang dilakukan
oleh Baperjakat mulai dari mengevaluasi nama-nama
calon pejabat yang dinilai layak sampai pada
pelan-tikan. “Setelah dilakukan evaluasi dan
pengkajian untuk nama-nama calon pejabat eselon II,
Baperjakat harus meminta rekomendasi dari Gubernur
Sulut. Kalau sudah mendapat persetu-juan, baru
Bupati melaku-kan pelantikan.
Di sini bisa dipahami tu-gas dan fungsi Baperjakat,
bahwa bukan kami yang menentukan siapa yang jadi
pimpinan SKPD,” te-gasnya lagi.
Karena begitu yakin bahwa dirinya tidak pernah
mela-kukan hal-hal seperti yang diisukan, Assagaf
pun me-negaskan dirinya siap me-lepas dengan ikhlas
jabatan bila memang ada pihak yang bisa
membuktikannya.(bay)
Anggaran BOS Naik, Sekolah
Dilarang Memungut ke Siswa
Kotamobagu, KOMENTAR
Sebanyak 86 sekolah di Kota Kotamobagu telah
menerima kucuran anggaran Bantuan Operasional
Sekolah (BOS). Mereka menerima dana ter-sebut sejak
pertengahan Ja-nuari lalu dan langsung ke rekening
para kepala sekolah.
Untuk tahun ini, total dana yang diterima seluruh
sekolah dimaksud mencapai Rp 11,6 miliar. Angka ini
meningkat se-kitar 40 persen dari peneri-maan tahun
2011 lalu yang hanya berbanderol Rp 8 miliar lebih.
Kenaikan ini tentu patut disyukuri, terutama oleh
sekolah-sekolah penerima. Di sisi lain, dengan
pe-ningkatan penerimaan ang-garan BOS ini maka ke-86
sekola penerima, diingatkan untuk tidak lagi
membebani setiap siswanya dengan be-ragam pungutan.
“Kenaikan 40 persen ini cukup besar. Jadi
sekolah-sekolah peneri-ma tidak boleh lagi
membe-bani siswanya dengan tun-tutan atau pungutan
ma-cam-macam,” tegas Ketua Komisi III DPRD Kota
Kota-mobagu, Hi Agus Suprijanta SE kepada Komentar,
ke-marin.
Menurut politisi dari Partai Amanat Nasional (PAN)
ini, larangan pungutan kepada siswa oleh setiap
sekolah pe-nerima BOS, bukan keingi-nan dirinya
pribadi atau Dekot (Dewan Kota) secara kelembagaan.
Tetapi lara-ngan adanya pungutan ter-sebut,
tercantum dalam Per-mendikbud (Peraturan Men-teri
Pendidikan dan Kebuda-yaan) No 51 Tahun 2011
ten-tang Petunjuk Teknis (Juk-nis) Bantuan
Operasional Sekolah (BOS) Tahun 2012.
Bagaimana jika ada seko-lah penerima BOS yang tetap
nekat memberlakukan pu-ngutan kepada siswanya? “Jika
ada seperti itu, maka Komisi III Dekot siap
me-nerima pengaduan tersebut. Kemudian akan kami
pang-gil pihak sekolah dimaksud bersama Dinas
Diknaspora un-tuk dimintai pertanggungja-waban
mereka,” tandasnya.
Sekadar diketahui, pada 2012 ini sebanyak 86 sekolah
ketiban rezeki menerima dana BOS yang nilai totalnya
men-capai Rp 11,6 miliar. Ke-86 sekolah ini terdiri
atas SD ne-geri sebanyak 62 sekolah, SD swasta (7
sekolah), SMP negeri (13), dan SMP swasta (4).(cop)
Satpol PP Bersihkan Baliho Kadaluarsa
Ratusan spanduk dan ba-liho kadaluarsa menghiasi
se-jumlah kawasan di Kotamo-bagu. Ini, tentu sangat
meng-ganggu keindahan wajah kota. Karena itu, aparat
dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kota
Kotamobagu, terpaksa melakukan pembersihan de-ngan
mencopot spanduk-span-duk dan baliho kadaluarsa itu.
Pembersihan ini dilakukan Jumat (03/02) pagi hingga
siang kemarin. Belasan ang-gota Satpol-PP
diterjunkan. Mereka mencopot spanduk dan baliho yang
telah habis izinnya ataupun tak mengan-tongi izin
sama sekali.
Kepala Satpol-PP Kotamoba-gu, Herman Josep Aray SIP,
penertiban spanduk dan baliho itu dilakukan demi
memper-cantik kembali wajah kota. “Kami terpaksa
harus membersihkan spanduk-spanduk dan baliho itu,
karena telah mencemari atau merusak wajah kota.
Apa-lagi ternyata sebagian besar izinnya sudah
kadaluarsa, ser-ta ada yang sama sekali tidak
mengantongi izin,” katanya.(cop)
|
|